Bikin Geger! Siswa SMP Di Gresik Jadi Korban Peluru Nyasar, TNI AL Beri Penjelasan
Insiden yang melibatkan seorang siswa SMP di Gresik yang diduga terkena peluru nyasar dari latihan tembak Marinir TNI AL menghebohkan publik.
Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kekhawatiran di lingkungan sekolah, tetapi juga memicu perhatian serius dari berbagai pihak. TNI AL akhirnya buka suara terkait kejadian tersebut. Situasi ini membuat masyarakat semakin menyoroti aspek keamanan dalam kegiatan latihan militer di sekitar permukiman dan fasilitas pendidikan. Simak selengkapnya hanya di Berita, Fakta, dan Analisis Kriminal.
Insiden Peluru Nyasar Gegerkan Sekolah
Peristiwa yang menimpa siswa SMPN 33 Gresik, DFH (14), menjadi sorotan publik setelah ia diduga terkena peluru nyasar saat berada di lingkungan sekolah. Kejadian tersebut disebut terjadi ketika para siswa tengah mengikuti kegiatan sosialisasi di dalam musala sekolah.
Insiden ini terjadi pada 17 Desember 2025 sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung membuat suasana panik. Dua siswa dilaporkan menjadi korban dalam kejadian tersebut, termasuk DFH yang mengalami luka cukup serius pada bagian lengan hingga tembus ke punggung tangan.
Peristiwa ini kemudian menimbulkan dugaan bahwa peluru tersebut berasal dari aktivitas latihan tembak yang dilakukan oleh Korps Marinir TNI AL di kawasan Surabaya yang berjarak beberapa kilometer dari lokasi sekolah.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Dugaan Sumber Peluru Dan Kondisi Korban
Berdasarkan informasi yang beredar, peluru yang mengenai korban diduga berasal dari Lapangan Tembak Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya, yang berjarak sekitar 2,3 kilometer dari sekolah. Dugaan ini muncul karena waktu kejadian berdekatan dengan aktivitas latihan militer di wilayah tersebut.
Akibat insiden tersebut, DFH mengalami luka tembak di lengan kiri yang cukup parah hingga mengenai tulang. Peluru tersebut juga dilaporkan bersarang di bagian punggung tangan, sehingga membutuhkan tindakan medis serius untuk proses pengangkatan proyektil.
Selain DFH, satu siswa lainnya berinisial R juga menjadi korban dalam kejadian yang sama. Peluru disebut mengenai punggung kanan bawah korban, sehingga keduanya segera dilarikan ke RS Siti Khodijah untuk mendapatkan perawatan intensif.
Baca Juga: Polisi Tangkap Mobil Merah Misterius Di Cirebon, Ribuan Pil Terlarang Ditemukan!
Respons TNI AL Dan Penjelasan Resmi
Menanggapi kejadian ini, TNI AL melalui Korps Marinir akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Pihaknya menyatakan bahwa mereka telah melakukan langkah cepat sejak menerima laporan mengenai insiden tersebut, termasuk mendatangi lokasi dan memastikan korban mendapatkan perawatan medis.
Perwira Hukum Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir, Mayor Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terkait asal-usul proyektil yang mengenai korban. Hingga saat ini, belum dapat dipastikan secara final bahwa peluru tersebut berasal dari aktivitas latihan TNI AL.
Selain itu, TNI AL juga mengakui telah memberikan bantuan medis kepada korban, termasuk biaya operasi pengangkatan proyektil, perawatan lanjutan, serta santunan kepada keluarga korban sebagai bentuk tanggung jawab awal.
Polemik Mediasi Dan Dugaan Intimidasi
Di sisi lain, pihak keluarga korban disebut sempat mengalami ketegangan dalam proses mediasi dengan TNI AL. Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah perbedaan pandangan terkait besaran ganti rugi yang diajukan dalam proses penyelesaian.
Pihak TNI AL menyebut bahwa tuntutan ganti rugi materiil dan immateriil yang diajukan dianggap tidak sesuai dengan asas kepatutan. Hal ini membuat proses mediasi tidak berjalan mulus dan belum mencapai kesepakatan antara kedua belah pihak.
Selain itu, muncul pula dugaan adanya tekanan terhadap keluarga korban, termasuk permintaan tertentu yang kemudian dibantah oleh pihak TNI AL. Mereka menegaskan tidak pernah melakukan intimidasi dan menyatakan semua komunikasi dilakukan secara terbuka.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari tvonenews.com
- Gambar Kedua dari bandung.kompas.com