Tak Disangka! Momen Foto Rombongan di Sitinjau Lauik Berujung Masalah Serius
Heboh di media sosial, momen rombongan foto di jalur maut Sitinjau Lauik berujung teguran keras dari Polda kepada jajaran Polres Solok Kota.
Aksi yang dilakukan di tikungan tajam tersebut dinilai berisiko tinggi karena dapat mengganggu arus lalu lintas serta membahayakan pengguna jalan lain yang melintas di jalur rawan kecelakaan itu. Tak lama setelah viral, pihak Polda Sumatera Barat pun angkat bicara dan memberikan teguran keras kepada jajaran Polres Solok Kota yang terlibat dalam pengawalan rombongan tersebut sebagai bentuk evaluasi dan penegasan disiplin prosedur pengamanan di lapangan. Simak selengkapnya hanya di Berita, Fakta, dan Analisis Kriminal.
Polda Tegur Kapolres Solok Kota Usai Rombongan Foto
Peristiwa viral rombongan pejabat yang berhenti dan berfoto di kawasan Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sumatera Barat, memicu perhatian publik dan aparat kepolisian. Aksi tersebut dianggap berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lain karena dilakukan di tikungan tajam dan jalur ekstrem yang dikenal rawan kecelakaan.
Polda Sumatera Barat akhirnya memberikan klarifikasi sekaligus menegaskan telah menindaklanjuti insiden tersebut. Teguran diberikan kepada jajaran Polres Solok Kota, termasuk Kapolres dan Kasatlantas, yang terlibat dalam pengawalan rombongan pada saat kejadian berlangsung.
Meski video tersebut baru viral belakangan, pihak kepolisian menyebut kejadian itu terjadi sekitar satu minggu sebelum ramai diperbincangkan publik. Klarifikasi ini sekaligus meluruskan berbagai narasi yang berkembang di media sosial.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kronologi Rombongan Dan Aksi Berfoto
Peristiwa bermula ketika sebuah rombongan yang diduga berkaitan dengan kegiatan di wilayah hukum Solok Kota melintas di kawasan Sitinjau Lauik. Rombongan tersebut disebut-sebut mendapatkan pengawalan dari kendaraan patwal kepolisian.
Di tengah perjalanan, kendaraan rombongan berhenti di salah satu tikungan curam yang dikenal berbahaya. Para penumpang kemudian turun dan melakukan sesi foto di lokasi tersebut, meskipun jalur itu masih digunakan kendaraan lain.
Aksi berhenti dan berfoto itu menyebabkan kendaraan lain, termasuk truk besar, harus menghentikan laju mereka sementara waktu. Hal ini memicu perhatian publik setelah video kejadian tersebut tersebar luas di media sosial.
Baca Juga:Â Aksi Berani Berujung Bui: WNA Cina Pengirim Ketamin ke Bali Akhirnya Ditangkap Bareskrim
Polda Sumbar Beri Teguran ke Kapolres
Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes M Reza Chairul, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan teguran langsung kepada jajaran Polres Solok Kota yang terlibat dalam pengawalan rombongan.
Teguran itu diberikan kepada Kapolres, Kasatlantas, serta petugas patwal yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Menurutnya, tindakan tersebut tidak sesuai dengan prinsip keselamatan lalu lintas yang harus dijaga oleh aparat.
Meski demikian, Polda Sumbar menegaskan bahwa teguran ini bersifat pembinaan internal. Tujuannya untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama di lokasi rawan seperti Sitinjau Lauik yang memiliki kontur jalan ekstrem.
Penjelasan Polisi Dan Respons Atas Video Viral
Pihak kepolisian menjelaskan bahwa di lokasi tersebut, berhenti di beberapa titik tertentu sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru, terutama bagi masyarakat yang membantu pengaturan lalu lintas. Namun, situasi berbeda ketika dilakukan dalam konteks rombongan pejabat dengan pengawalan resmi.
Menurut keterangan yang disampaikan, aktivitas berhenti tersebut hanya berlangsung sekitar satu menit. Namun, meskipun singkat, dampaknya tetap dinilai mengganggu arus lalu lintas di jalur yang sangat sensitif terhadap hambatan sekecil apa pun.
Hingga saat ini, pihak Polres Solok Kota maupun pihak yang disebut terkait dalam rombongan tersebut belum memberikan keterangan resmi tambahan. Hal ini membuat publik masih menunggu penjelasan lebih lanjut terkait tujuan dan prosedur kegiatan tersebut.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari megapolitan.kompas.com
- Gambar Kedua dari megapolitan.kompas.com