Peluru Tak Diketahui Menyerang! Anak 12 Tahun Terluka Saat Berburu Tupai, Warga Panik!
Seorang anak berusia 12 tahun, I Made Satya, mengalami luka serius akibat peluru nyasar saat sedang berburu tupai bersama teman-temannya.
Kejadian ini mengejutkan warga setempat dan membuat banyak orang tua khawatir akan keselamatan anak-anak, terutama saat membawa atau berada dekat senjata. Insiden ini juga memicu diskusi tentang pentingnya pengawasan orang dewasa dan edukasi keselamatan agar tragedi serupa tidak terulang. Dapatkan update berita terkini seputar Analisis Kriminal menarik yang memperluas pengetahuan Anda.
Tragedi Buruan Di Karangasem
Made Satya, seorang anak berusia 12 tahun dari Banjar Dinas Bonyoh, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, mengalami insiden memilukan saat berburu tupai. Satya mengikuti teman-temannya berburu di kebun milik warga setempat, namun aktivitas yang biasanya rutin dan aman itu berubah menjadi tragedi yang mengejutkan banyak orang.
Korban berjalan di belakang temannya, I Nengah Redana, yang membawa senapan angin. Jarak keduanya sekitar 8 meter, dan Satya sama sekali tidak menyangka bahwa senapan tersebut akan meletus tiba-tiba. Peristiwa ini terjadi sangat cepat, meninggalkan rasa panik dan ketakutan bagi semua yang berada di lokasi.
Tanpa disadari Redana, senapan angin meletus secara mendadak. Peluru menembus paha kiri Satya, memicu tangisan keras dan kepanikan. Warga yang melihat kejadian segera memberikan pertolongan pertama, membawa korban ke rumah, dan kemudian mengevakuasinya ke rumah sakit untuk penanganan medis lebih lanjut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Proses Evakuasi Dan Penanganan Medis
Setelah insiden, Satya langsung dilarikan ke RSUD Karangasem untuk mendapatkan pertolongan awal. Tim medis melakukan pemeriksaan intensif dan memutuskan bahwa korban harus menjalani operasi karena peluru menancap di tulang, sehingga tidak bisa dikeluarkan secara sederhana.
Kepala Dusun Bonyoh, I Nyoman Seken, menjelaskan bahwa Satya memang sering ikut berburu bersama Redana dan beberapa teman lainnya. Insiden ini menjadi peringatan bagi warga terkait pentingnya keselamatan saat anak-anak berada di sekitar senjata, bahkan yang tampak sederhana seperti senapan angin.
RSUD Karangasem menegaskan bahwa operasi lanjutan diperlukan, sehingga Satya dirujuk ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar. Di rumah sakit ini, korban mendapatkan perawatan lebih lengkap dengan prosedur medis yang lebih kompleks untuk memastikan keselamatan dan pemulihan penuh.
Baca Juga:Â Terkuak! Ibu Prada Lucky Ungkap Konspirasi Prajurit Pembunuh Anaknya
Kronologi Kejadian
Berdasarkan penuturan warga, sebelum insiden, Redana sempat menembak tupai dan kemudian menggendong senapan sambil berjalan. Satya mengikuti dari belakang, sedangkan teman-temannya menyebar di sekitar lokasi berburu. Semua tampak biasa, hingga ledakan mendadak terjadi.
Peluru yang keluar dari senapan menembus paha Satya, membuatnya terjatuh sambil menjerit kesakitan. Warga setempat segera memberikan pertolongan pertama, membawa korban pulang untuk sementara, sebelum akhirnya mengevakuasinya ke fasilitas medis terdekat.
Kejadian ini memicu diskusi di kalangan masyarakat Karangasem mengenai risiko berburu bagi anak-anak. Banyak orang menekankan pentingnya pengawasan orang dewasa, prosedur keselamatan, serta edukasi bagi anak-anak agar mereka memahami risiko senjata api.
Imbauan Keselamatan
Insiden ini menjadi peringatan bagi orang tua dan masyarakat agar lebih berhati-hati saat anak-anak menggunakan atau berada di dekat senjata api. Kepala Dusun dan pihak medis menyerukan agar berburu dilakukan dengan pengawasan ketat, terutama bagi anak-anak yang masih rentan mengalami kecelakaan.
Selain dampak fisik, kejadian ini juga menimbulkan trauma psikologis bagi Satya. Anak seusianya membutuhkan dukungan mental, perhatian ekstra dari keluarga, dan lingkungan yang mendukung agar proses pemulihan psikologis berjalan lancar.
Warga berharap tragedi serupa tidak terulang. Penanganan lanjutan di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar menjadi langkah penting untuk memastikan keselamatan dan pemulihan penuh bagi Satya, sekaligus menjadi pelajaran bagi masyarakat tentang pentingnya keselamatan dalam aktivitas berburu.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com